Apa Xamarin Adalah Tehnologi Yang Pas Untuk Aplikasi Anda?

Apa Xamarin Adalah Tehnologi Yang Pas Untuk Aplikasi Anda?

Semenjak Microsoft sah beli Xamarin, tidak bisa disangkal popularitas Xamarin makin bertambah. Lebih dari 1.4 juta pengembang aplikasi telah memakai tehnologi Xamarin. Banyak perusahaan dari beberapa fragmen seperti bank, airline, retail serta medis telah memakai Xamarin. Xamarin memang menjanjikan peningkatan untuk aplikasi memakai satu basis kode sambil membuahkan perform aplikasi yang ditingkatkan dengan tehnologi native. Karena itu, diskusi tentang apa organisasi harus memakai native atau berubah ke Xamarin masih jadi satu diskusi yang menarik.

Tulisan ini ditujukan jadi info buat pada pengembang aplikasi serta pengambil ketetapan, hingga bisa memastikan taktik digital serta peningkatan aplikasi di organisasi Anda. Versus TL;DR bisa anda baca pada bagian akhir tulisan ini.

Keunggulan Tehnologi Xamarin

Ada banyak keunggulan yang dapat kita dapatkan bila memakai Xamarin dalam taktik peningkatan aplikasi.

1. Satu Tehnologi untuk Semua Basis
Xamarin memakai bahasa C# serta .NET frame-work untuk meningkatkan aplikasi mobile. Dengan adanya ini kita bisa memakai kembali (code reuse) sampai 96% hingga percepat waktu peningkatan aplikasi. Xamarin menyederhanakan pemakaian IDE sebab kita cukup memakai Visual Studio (serta VS for Mac). Banyak yang berasumsi alat yang dipakai tidak senyaman Android Studio atau XCode tetapi semenjak dibeli Microsoft, suport integrasi Xamarin serta Visual Studio makin lama makin lebih baik. Serta, dengan Visual Studio telah ada emulator Android serta iOS preview simulator yang membuat kita makin gampang mengetes aplikasi yang sedang kita bangun.

2. Perform Aplikasi
Tidak seperti jalan keluar hybrid development yang berbasiskan tehnologi situs, aplikasi yang dibuat memakai Xamarin bisa diklasifikasikan jadi aplikasi native. Perform aplikasi-nya dekati aplikasi native serta untuk beberapa masalah justru dapat lebih baik. Bila ingin kecepatan serta pemrosesan yang ‘berat’ pastinya Anda harus kerjakan dengan tehnologi native. Tetapi sejumlah besar aplikasi, kecepatan lebih pada persepsi dari pemakai daripada metrik lama eksekusi yang dapat kita tulis pada instrumen monitoring. Xamarin mempunyai sweet spot untuk tolok ukur perform dibanding tehnologi situs.

Baca juga : JARINGAN LISTRIK RUSIA TERSERANG BARISAN SIBER AMERIKA SERIKAT?

3. Native User Experience
Xamarin sangat mungkin kita meningkatkan aplikasi memakai komponen UI yang detil ke semasing basis. Dengan langkah berikut, antarmuka menarik yang ingin Anda hasilkan bisa dikerjakan dengan memakai Xamarin. Dengan tehnologi Xamarin.Form, satu aplikasi cross basis bisa dibuat dengan mengubah elemen UI ke semasing basis saat runtime. Ini benar-benar percepat waktu peningkatan aplikasi serta adalah pilihan yang baik untuk peningkatan aplikasi LOB (line-of-business). Pilih tehnologi yang sesuai — classic atau Forms — sesuai dengan keperluan serta skenario di organisasi Anda.

4. Suport Piranti Keras
Dengan memakai Xamarin, karena itu kita bisa memakai fungsionalitas pada level native. Ini kurangi persoalan kompatibilitas, dengan memakai plugin serta API detil untuk mengakhiri persoalan pengaksesan piranti keras di aplikasi cross-platform.

Kekurangan Tehnologi Xamarin

Sepanjang Google serta Apple tidak ‘merger’ karena itu sebetulnya akan tidak mungkin kita sampai kovergensi penuh di peningkatan aplikasi mobile. Xamarin merupakah salah satunya jalan keluar yang dapat dipakai tetapi hal tersebut pun tidak tanpa ada kekurangan. Bila Anda meng-consider memakai Xamarin, lihat beberapa hal di bawah ini:

1. Suport Pada Up-date Alat
Paling tidak Google serta Apple meluncurkan major up-date 1 tahun sekali. Tentu saja tiap up-date berlangsung, up-date library Xamarin akan tergantung seutuhnya dengan team pengembang Xamarin. Sebab tidak mungkin buat penyuplai 3rd party tools — dalam ini Xamarin — dapat langsung sediakan up-date buat iOS serta Android sebab tentunya diperlukan beberapa waktu untuk mengadaptasi pergantian itu ke frame-work Xamarin. Tetapi, Xamarin sampai sekarang memiliki komitmen untuk sediakan same-day dukungan pada perubahan-perubahan yang berada di Android serta iOS.

2. Terbatasnya Library Open Source
Tentu saja dalam peningkatan aplikasi, kadang kita memerlukan satu-dua elemen yang bukan jadi elemen standar yang disiapkan satu basis. Contohnya utk QRCode Scanner, Maps dan lain-lain. Dengan peningkatan native, pilihan untuk open source library mungkin mengagumkan tidak terbatas. Dengan Xamarin, kita bisa memakai library dari Xamarin Store Component. Dengan pilihan tentunya tidak sekitar native. PR dari kita ialah menganalisa keperluan dari aplikasi yang ingin kita bangun serta apa elemen itu dapat kita pakai di Xamarin. Sekarang elemen dari Xamarin sebetulnya cukup sudah banyak dari mulai Maps, payment processing, digital signature, push notification dan lain-lain.

3. Komune Pengembang Xamarin
Komune pengembang Xamarin sekarang tentunya tambah lebih kecil dari Androi serta iOS. Temukan team yang dapat meningkatkan aplikasi Xamarin mungkin jadi rintangan tertentu. Tetapi semenjak di beli Microsoft, ini makin lama makin makin bertambah. Ada yang menjelaskan komune Xamarin sekarang telah sampai 10% dari komune pengembang aplikasi mobile di penjuru dunia. Xamarin membuat Xamarin University, satu online pelatihan yang diperuntukkan spesial pada beberapa pengembang agar pelajari tehnologi ini.

Our 2-cents

Saat kita memperbandingkan keunggulan serta kekurangan satu tehnologi, dalam soal ini Xamarin, pada akhirnya hal tersebut dikembalikan pada keperluan. Dalam 6 tahun paling akhir ikuti perubahan tehnologi aplikasi, penentuan tehnologi benar-benar bergantung pada faktor-faktor. Organisasi umumnya pilih Xamarin untuk kurangi time-to-market serta ongkos aplikasi, sebab share kode serta memakai satu tehnologi saja. Tetapi, butuh dilihat keperluan dari aplikasi serta sasaran dari pemakai.

Menurut penilaian serta pengalaman kami, Xamarin benar-benar pas untuk dipakai jadi enterprise mobile solutions. Dengan elemen UI yang standar, sebetulnya bisa mencakupi 90% keperluan, serta business logic bisa dipakai di semua basis. Kustomisasi diperlukan untuk 10% bekasnya.

Dalam soal peningkatan aplikasi untuk consumer, dengan keperluan UI yang benar-benar kompleks, jumlahnya kode yang dapat dipakai kembali menyusut dengan mencolok. Hingga, Xamarin terlihat kehilangan keunggulan-nya dalam soal waktu yang diperlukan untuk meningkatkan aplikasi. Pilihan lain yang dapat dipakai, bisa membuat Anda kurang senang. PhoneGap/Apache Cordova, Ionic Frame-work, Appcelerator/Titanium, semua tergantung penuh pada tehnologi situs seperti HTML5 serta Javascript. Karena itu, untuk beberapa lama ke depan, akan susah sampai perform serta fungsionalitas yang ditawarkan Xamarin sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top
Website partner poker club88spbopoker99pengeluaran sgpQQJOKERbandar domino99dafabet Bandar togel